Kang Koplak melanjutkan ceritanya, "Udah tahu kenapa di Tuban perlu banyak Wali?". "Emangnya kenapa Kang?" Jawab Si Peziarah. "Karena di Tuban dulunya terkenal sebagai daerah maksiat karena belum ada cahaya Islam disana. Orang-orang suka minum-minuman keras atau bisa disebut dengan toak". Jelas Kang Koplak.
"Oo.. jadi setelah ada banyak Wali, Tuban kini menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa ya". Ungkap Si Peziarah. "Ya, benar sekali'. Ujar Kang Koplak.
 |
| Sumber: www.eastjava.com |
Setelah menyimak cerita diatas, fakta sejarah sudah memberikan pemahaman bagi masyarakat Tuban. Bahwasanya napak tilas penyebaran Islam di Pulau Jawa bermuara di kota Tuban. Situs-situs sejarah mulai terungkap baik melalui sudut pandang akademik maupun sudut pandang kesejarahan. Para ulama penyebar ajaran Islam senantiasa memberikan kesejukan dan kedamaian bagi masyarakat Tuban. Peradaban kebudayaan yang terbangun di Bumi Tuban berjalan dengan baik tanpa mencidrai tradisi yang sudah ada. Bahkan keberadaan Islam memiliki sumbangasih beradaban yang sangat bermakna bagi kelangsungan hidup baik berbangsa maupun beragama. Sehingga pantaslah Tuban dijuluki
Bumi Wali dengan motto
The Spirit Of Harmony' yang artinya Semangat untuk Keharmonisan. Ada banyak makam wali di Tuban, sehingga Tuban di juluki dengan Bumi Wali, diantaranya ada makam
Sunan Bonang,
Sunan Bejagung,
Sunang Geseng,
Asmara Qondhi, dan masih banyak lagi sunan-sunan yang dimakamkan di perut bumi Tuban.
Selain dikenal sebagai Bumi Wali, Tuban juga mempunyai kekayaan alam yang melimpah. Banyak potensi-potensi yang dapat dikembangkan, diantaranya:
1. Energi
 |
| Pemanfaatan energi tenaga surya menjadi jalan pintas sebagian masyarakat Tuban seiring mahalnya listrik PLN |
Kondisi dan kekayaan alam di Tuban sangat mendukung untuk meningkatkan produksi energi yang diperlukan untuk masyarakat. Energi yang dapat dikembangkan di daerah ini antara lain energi listrik. Dengan adanya pasang surut air laut, maka di Tuban dapat dikembangkan pembangkit listrik tenaga pasang surut air laut. Selain itu, di Tuban juga terdapat energi panas bumi yang juga dapat dimanfaatkan sebagai PLTU yang kini dibangun di daerah ini dan berbagai macam energi yang dapat digunakan yaitu seperti tenaga air maupun tenaga surya.
Pemanfaatan energi tenaga surya di daerah ini lebih digemari masyarakat Tuban pada umumnya, karena selain hemat energi juga hemat administrasi. Pemerintah kabupaten Tuban secara resmi memperkenalkan terobosan baru ini kepada masyarakat bekerja sama dengan JOB PPEJ agar lebih terampil dan mandiri mempunyai energi listrik sendiri. Namun, terobosan yang positif ini terdapat kelemahannya. Karena kita tahu bahwa cuaca di Indonesia tidak bisa diprediksi kapan terjadi hujan dan kapan terjadi panas. Terkadang di musim kemarau justru terjadi turun hujan, dan sebaliknya. Hal semacam ini tentunya membuat masyarakat ragu untuk memanfaatkan energi tenaga surya di setiap harinya. Oleh karenanya masyarakat hanya menggunakan tenaga ini pada musim kemarau atau hari-hari tertentu saja.
2. Pariwisata
 |
| Goa Akbar adalah salah satu tempat wisata terfavorit di Tuban, teletak di pusat Kota Tuban |
Pantai, air terjun dan goa-goa kapur yang terdapat pada daerah ini dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata unggulan daerah ini. Terlebih lagi, Tuban memiliki sejarah penting tentang Indonesia. Selain itu, terdapat pula sumber air panas di daerah ini yang juga dapat dikembangkan sebagai tempat wisata. Banyak sekali tempat-tempat wisata favorit di daerah ini, antara lain Wisata pantai seperti
pantai Boom dan
pantai Mangrove. Wisata Goa seperti
Goa Ngerong,
Goa Akbar dan
Goa Putri Asih, dan masih banyak lagi wisata-wisata terfavorit di Kabupaten Tuban. Selengkapnya
disini.
3. Industri
 |
| Salah satu pabrik JOB PPEJ yang beroperasi di kecamatan Soko-Tuban |
Salah satu sumber daya alam di Tuban yang dapat kembangkan/dimanfaatkan antara lain gas dan minyak bumi. Di daerah ini terdapat beberapa pabrik yang telah memanfaatkan potensi tersebut, diantaranya Petrochina dan Migas Joint Operating Body Petrochina East Java (JOB PPEJ). Selain itu batu kapur yang terdapat di Tuban juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan bahan baku pembuatan semen. Maka dari itu, di Tuban terdapat dua pabrik besar yang beroperasi dalam pembuatan semen, antara lain pabrik PT. Semen Gresik dan PT. Holcim.
Dengan banyaknya perusahaan dan pabrik-pabrik pengolahan minyak maupun semen tak khalayak bahwa Tuban sering disebut dengan daerah industrialisme. Karena banyaknya pabrik yang beoperasi didaerah ini , maka banyak pula kekayaan alam yang dimiliki oleh Tuban nyaris terkuras habis karena juga eksplorasi yang dilakukan perusahan-perusahan tidak ada henti-hentinya. Masyarakat Tuban yang mayoritas petani pun harus rela tanahnya
dicaplok oleh pabrik-pabrik yang ada disekitar tanah/kebun petani tersebut. Menurut data dinas pertanian kabupaten Tuban sekitar 1.614 ha lahan pertanian di Tuban tergerus oleh industri (
Lihat sumber). Gunung-gunung kapur yang dulunya indah dan berdiri megah kini mulai hilang indah dan kemegahannya, karena gunung-gunung kapur tersebut mulai hancur yang berpotensi longsor karena terus dikeruk habis-habisan. Oleh sebab itu banyak orang yang tinggal dekat kaki gunung tersebut mulai terancam nyawanya. Inilah tugas pemerintah untuk mengatasi masalah ini, agar membatasi pengerukan massal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahan agar panorama alam bumi wali ini tetap terjaga keasrian dan keindahannya.
4. Pertanian dan Perkebunan
 |
| Padi dan Jagung merupakan komoditas utama di Tuban |
Tanah yang subur dapat ditanami berbagai jenis tanaman, diantaranya, padi, jagung, kacang, bakau dan lain sebagainya. Bahkan disalah satu kecamatan di Tuban tepatnya di kecamatan Palang terdapat komoditas andalan daerah ini yaitu buah belimbing dan siwalan yang menjadi ciri khas dari kabupaten Tuban.
Tuban juga terkenal sebagai kota Toak karena daerah Tuban sangat terkenal akan hasil minuman Toak dan legen yang berasal dari bunga siwalan (ental). Hampir disepanjang ruas jalan kota Tuban menjual minuman ini, meskipun sebenarnya Toak adalah minuman haram menurut agama namun masih banyak masyarakat yang meminum minuman haram ini. Tidak aneh kalau dulu daerah kelahiranku ini menjadi daerah maksiat.
5. Perikanan dan Kelautan
 |
| Panorama keindahan pantai "Boom" Tuban |
Dengan laut yang begitu luas serta terdapat sungai terpanjang se-pulau Jawa, Bengawan Solo yang melintasi Tuban, maka industri perikanan pun dapat dikembangkan dengan baik. Sehingga di Tuban terdapat banyak tambak maupun tempat-tempat pengolahan ikan. Di Tuban juga terdapat hutan Mangrove yang menjadi objek wisata pantai yang banyak digemari oleh semua kalangan masyarakat Tuban. Dengan adanya hutan Mangrove di pesisir pantai Tuban ini bisa mengurangi deburan ombak yang masuk ke daratan.
Dengan hamparan laut yang indah dan begitu luas, pemerintah sebaiknya memanfaatkan pesisir pantai tersebut sebagai objek wisata yang resmi. Karena kita tahu di Tuban hanya ada 2 objek wisata laut, yakni Wisata pantai Boom dan Wisata Pantai Mangrove.
6. Pengolahan Makanan
 |
| Produksi ikan asap adalah salah satu mata pencaharian masyarakat Tuban |
Dengan berbagai potensi di bidang perikanan dan pertanianya, maka salah satu peluang yang dapat berkembang di Kabupaten Tuban yakni industri pengolahan makanan. Hasil laut yang berupa ikan dapat dikembangkan oleh pemerintah, maupun masyarakat untuk produksi ikan kaleng/sarden yang diolah sebagai bahan makanan yang lainya seperti krupuk ikan, ikan asap, terasi, petis dan lain-lain. Lalu untuk hasil pertaniannya, dapat dikembangkan pula untuk produksi buah dalam kaleng, kripik, jenang/dodol dan lain sebagainya. Namun, yang menjadi komoditas utama pengolahan makanan masyarakat Tuban pada umumnya adalah pengolahan ikan asap. Ikan asap lebih digemari masyarakat di daerah ini karena selain rasanya enak, ikan asap juga hasil tangkapan dari lautan Tuban sendiri tanpa impor dari daerah lain. Hingga saat ini Tuban menjadi pengekspor ikan asap utama di daerah sekitar kabupaten Tuban, seperti Bojonegoro, Lamongan dan Cepu.
7. Perdagangan dan Jasa
Berdasarkan perkembangan hasil pembangunan di kabupaten Tuban, banyak pihak yang menilai kabupaten Tuban merupakan kawasan bisnis yang sangat potensial . Tentunya hal itu akan membuka peluang besar bagi perkembangnya pusat-pusat perdagangan dan jasa di daerah ini. Apalagi hal itu juga didukung dengan karakter masyarakat Tuban yang dinamis.
Dalam hal perdagangan dan jasa, Tuban juga punya peternakan sapi berskala besar yang dikelola oleh pemodal lokal. Tuban kini menjadi pemasok sapi terbesar di Jawa Timur dengan 315.000 ekor . Peranan Tuban dalam hal pemasok sapi ini sangat sentral, karena untuk memenuhi kebutuhan pangan di Jawa Timur dan sejumlah kota besar di pulau Jawa.
 |
Presiden SBY meninjau peternakan sapi di Desa Bulu-Tuban (13/3/2014)
sumber: kominfo.jatimprov.go.id |
Tuban yang menjadi daerah pemasok sapi terbesar se-Jawa Timur ini ternyata dilirik oleh Presiden SBY. Presiden SBY datang beserta rombongan meninjau langsung di salah satu peternakan sapi tepatnya di Desa Bulu, Kecamatan Tambakboyo, Tuban, Kamis (13/3/2014).
KESIMPULAN
Tuban adalah kabupaten di Jawa Timur yang memiliki kekayaan alam yang sulit ditandingi oleh daerah lain. Daerah dengan luas 1.904,70 Km2 yang terbagi dalam 20 wilayah kecamatan ini mepunyai potensi-potensi yang luar biasa dari berbagai bidang seperti yang sudah dijelaskan diatas.
Sukses Tuban menjadi daerah industrialisme ternyata belum bisa membuat masyarakat
Bumi Wali ini terlepas dari jurang kemiskinan. Aktivitas-aktivitas manusia yang begitu beragam meenyebabkan ekosistem alam di daerah ini menjadi rusak. Contohnya ekosistem Mangrove di sepanjang pesisir pantai Tuban kini tinggal sedikit. Selain itu, akibat industri yang semakin merjalela, para petani Tuban mulai kehilangan mata pencaharian mereka sebagai petani karena lahan mereka tergerus oleh pabrik-pabrik besar yang berdiri di atas lahan tanah para petani. Selain itu juga, hutan di daerah Tuban kini keadaannya semakin kritis. Hal ini disebabkan oleh adanya penebangan liar yang banyak dilakukan oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Dan perusakan lingkungan juga dapat ditimbulkan oleh adanya aktivitas pertambangan di daerah ini.
Pemerintah dan masyarakat sebaiknya memperhatikan kondisi alam sekitar agar tetap terjaga keasrian dan keindahanya. Dan jangan terus memperhatikan industri, walaupun ada banyak pabrik industri yang berdiri di bumi wali ini, terasa sia-sia jika pihak yang dirugikan adalah masyarakat, sedangkan pihak yang diuntungkan berhura-hura ria.
Artikel ini diikut sertakan dalam
"
Kontes Blog #3TahunWB - Warung Blogger Peduli Potensi Daerah"